Kutipan Dirjen Pendis: EMIS GTK Madrasah Harus Dibangun dari Kebutuhan Pengguna
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amien Suyitno, menegaskan bahwa pengembangan aplikasi EMIS GTK Madrasah harus berorientasi pada kebutuhan pengguna di lapangan. Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan arahan Bimbingan Teknis (Bimtek) EMIS GTK Madrasah yang berlangsung di Tangerang pada 24–26 Juni 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh operator EMIS GTK dari berbagai provinsi serta tim pengembang aplikasi EMIS GTK Madrasah. Forum tersebut menjadi wadah untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan aplikasi yang akan menjadi sistem utama pengelolaan data guru dan tenaga kependidikan madrasah.
Dalam arahannya, Suyitno menekankan bahwa keberhasilan sebuah aplikasi tidak hanya ditentukan oleh aspek teknologi, tetapi juga oleh kenyamanan dan kemudahan pengguna dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Aplikasi yang baik adalah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Yang paling memahami sebuah aplikasi adalah mereka yang menggunakan dan berinteraksi langsung dengan sistem tersebut setiap hari. Karena itu, para operator sebagai pengguna harus merasa nyaman saat menggunakannya,” ujar Suyitno.
Menurutnya, pengembangan aplikasi membutuhkan keterlibatan aktif para pengguna agar sistem yang dibangun benar-benar mampu menjawab kebutuhan di lapangan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh operator untuk menyampaikan berbagai kendala dan pengalaman mereka secara terbuka kepada tim pengembang.
“Tidak penting apa nama aplikasinya. Yang paling penting adalah substansi, ekosistem, dan proses bisnis yang ada di dalamnya. Yang merasakan manfaat maupun kendalanya adalah teman-teman di lapangan,” tegasnya.
Suyitno mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima sekitar 25 poin keluhan terkait layanan EMIS GTK dari daerah. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya forum evaluasi bersama antara pengguna dan pengembang agar setiap persoalan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan.
Ia meminta agar seluruh masukan yang muncul selama bimtek tidak berhenti sebagai catatan semata, tetapi langsung ditindaklanjuti menjadi perbaikan sistem yang nyata. Menurutnya, proses transisi menuju penggunaan penuh aplikasi EMIS GTK Madrasah merupakan hal yang wajar, namun berbagai kendala tidak boleh berlangsung terlalu lama.
“Namanya juga proses, tentu masih ada yang harus diperbaiki. Tetapi jangan sampai berlarut-larut karena target implementasi sudah di depan mata. Kebutuhan layanan GTK bulan depan harus tetap berjalan tanpa hambatan,” katanya.
Suyitno juga mengingatkan bahwa permasalahan teknis pada aplikasi dapat berdampak langsung terhadap layanan bagi guru madrasah. Karena itu, ia meminta seluruh pihak memastikan sistem berjalan optimal sebelum digunakan secara penuh.
“Jangan sampai guru-guru menjadi gaduh karena persoalan aplikasi. Misalnya, hak-hak guru seperti tunjangan sebenarnya sudah tersedia, tetapi penyalurannya tertunda akibat kendala sistem. Dampaknya bisa sangat luas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suyitno mendorong para operator untuk bersikap objektif dalam memberikan masukan. Menurutnya, kejujuran pengguna dalam menyampaikan kondisi di lapangan merupakan modal penting bagi pengembang untuk terus melakukan penyempurnaan.
“Saya berharap teman-teman tidak sungkan menyampaikan apa yang benar-benar dirasakan. Jangan sampai saat di forum semuanya terlihat baik-baik saja, tetapi setelah kembali ke daerah justru muncul banyak keluhan. Masukan dari pengguna adalah kunci untuk menghadirkan aplikasi yang semakin baik,” tuturnya.
Melalui Bimtek EMIS GTK Madrasah ini, Kementerian Agama berupaya membangun sinergi yang lebih kuat antara pengguna dan pengembang sistem. Dengan demikian, aplikasi EMIS GTK Madrasah diharapkan mampu menjadi platform yang andal, responsif, dan mendukung peningkatan kualitas layanan bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah di seluruh Indonesia.
https://pendis.kemenag.go.id/direktorat-guru-dan-tenaga-kependidikan/dirjen-pendis-emis-gtk-madrasah-harus-dibangun-dari-kebutuhan-pengguna
Post a Comment for "Kutipan Dirjen Pendis: EMIS GTK Madrasah Harus Dibangun dari Kebutuhan Pengguna"